Pages

Minggu, 12 Januari 2020

Cara Mendidik Anak Secara Islami

Memiliki seorang anak tentu saja akan memberikan kebahagian lebih dalam sebuah rumah tangga. Akan tetapi memiliki anak pun harus tahu bagaimana cara mendidik anak secara islami. Hal ini diharapkan agar sang buah hati tidak salah arah saat dewasa.
Cara mendidik anak secara islami tentu saja harus sesuai dengan pesan dari Rasulullah. Jika cara mendidik anak secara islami ini benar, serta menjadi anak yang sholeh dan sholehah maka kelak sang anak pula yang akan membantu mendoakan kamu jika telah meninggal dunia. 
Cara mendidik anak secara islami juga bisa kamu lakukan pada kegiatan sehari-hari loh. Meskipun cara mendidik anak secara islami tidaklah mudah, akan tetapi sebagai orang tua kamu harus terus berusaha. Cara mendidik anak secara islami sebenarnya bisa dimulai sebelum kamu mulai berumah tangga. Hal ini tentu saja patut diperhitungkan. 
Dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (26/2/2019), karena bagaimana pun calon pendamping hidup kamu, nantinya juga akan menjadi guru bagi anak-anak kamu. Terutama dalam memilih calon istri, karena istrilah yang akan menjadi panutan bagi anak kamu. Karena istri kamu nantinya akan menjadi ibu bagi anakmu dan mengajarkan cara mendidik anak secara islami. Seorang ibu ini lah yang akan berpengaruh dalam membentuk pribadi ataupun karakter seseorang. 
Oleh karena itu bagi kamu calon ibu ataupun calon orang tua harus bisa memahami bagaimana cara mendidik anak secara islami. Berikut ini beberapa cara mendidik anak secara islami yang bisa kamu terapkan pada anak kamu.
2 dari 7 halaman

1. Mengajarkan dasar-dasar Islam

Dalam mendidik anak secara islam, tentu saja kamu harus mulai mengenalkan dasar-dasar Islam pada anak kamu. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa cintanya pada Islam dan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan Hadist dari Ibnu Abbas.
“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (H.R Ibnu Abbas)
Selain itu, dalam kitab Al Amali dari Imam Al Baqir serta Imam ash Shadiq pun mengatakan mengenai tahapan awal untuk mengenalkan anak pada Allah SWT. Dalam hadistnya disebutkan bahwa anak di usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "Laila ha illallah" sebanyak tujuh kali. Kemudian saat anak menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan sang anak kelimat " Muhammad Rasullullah". 
Dengan menerapkan kedua kalimat ini, maka diharapkan sang anak pun bisa menanamkan rasa cintanya kepada Allah SWT dan juga Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kamu bisa menanamkan rasa cinta sang anak kepada Rasul-Nya dengan menceritakan kisah-kisah Nabi dan Rasul. Tentu saja hal ini bisa kamu jadikan sebagai kebiasaan mendongeng sebelum tidur.
3 dari 7 halaman

2. Mengajari anak-anak mendirikan sholat

Mulailah sejak dini untuk mengajarkan anak-anak kamu sholat. Meskipun tak selalu melaksanakan sholat dengan penuh dan khusuk, namun ini bisa melatih anak bagaimana sholat. Saat anak telah memahami mana arah kanan ataupun arah kiri, kamu bisa mengajarkan mengenai arah kiblat. Setelah itu cobalah untuk mulai mengajaknya sholat.
Kemudian perlahan-lahan ajarilah anak kamu untuk berwudhu. Tentu saja kamu harus memberikan tuntunan yang baik dan tidak membuat sang anak bingung. Saat anak kamu berusis tujuh tahun kamu bisa menyuruhnya untuk ikut melaksanakan sholat. Hal ini juga tertuang dalam sebuah Hadist dari Ahmad dan Abu Dawud.
“Suruhlah anak-anakmu shalat ketika berumur tujuh tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
4 dari 7 halaman

3. Melatih anak ikut berpuasa

Saat bulan Ramadhan tiba, kamu bisa mengikut sertakan anak kamu untuk ikut berpuasa. Ajaklah anak kamu untuk ikut bangun saat waktu sahur tiba. Namun di Indonesia sendiri ada istilah puasa setengah hari. Kamu juga bisa mngajarkan anak kamu untuk berpuasa setengh hari pada awalnya.
Akan tetapi kamu juga harus mengajarkan puasa penuh untuknya. Selain itu, saat berpuasa ini, kamu bisa juga menceritakan kenapa harus berpuasa, ataupun manfaat berpuasa. Meskin tak semua anak kecil dapat memahaminya, akan tetapi masukan ini bisa terekam oleh memory kecilnya.
5 dari 7 halaman

Kedudukan anak sebagai amanah dan generasi penerus

Dalam agama Islam, anak memiliki kedudukan tersendiri. Sehingga sebagai orang tua kamu haruslah paham bagaimana cara mendidik anak secara islami. Berikut ini beberapak kedudukan anak dalam pandangan islam yang perlu kamu ketahui.
1. Anak sebagai Amanah
Anak-anak merupakan titipan Allah SWT kepada hambanya, sehingga inilah yang menjadikan anak sebagai amanah bagi kamu. Salah satu hal yang perlu kamu lakukan untuk menjaga amanah tersebut dengan baik, tentu saja dengan memberikan pelajaran mengenai islam. Hal ini bisa kamu lakukan sejak dini. 
2. Anak sebagai generasi penerus
Tentu saja anak-anak merupakan generasi penuh bangsa dan negara. Selain itu Anak pun nantinya akan menjadi generasi penerus dalam agama. Karena akan menjadi generasi penerus agama, bangsa dan negara, maka tentu saja pendidikan yang diberikan harus layak dan abik.
6 dari 7 halaman

Kedudukan anak sebagai tabungan amal dan penghibur dunia

3. Anak sebagai tabungan amal
Saat kamu meninggal dunia, maka kamu sudah tak bisa lagi untuk menambah amalan. Akan tetapi kamu bisa memiliki tabungan amal dari anak kamu yang sholeh dan sholehah. Karena doa anak yang sholeh dan sholehah akan terus mengalir bagi orang tuanya. 
4. Anak adalah penghibur dunia
Bagi orang tua, memiliki seorang anak tentu saja dapat menjadikannya hiburan tersenidiri. Hal ini karena tingkah laku anak yang menggemaskanlah yang bisa mengobati rasa lelah kamu dengan segala aktivitas.
7 dari 7 halaman

Hak Anak

Selain mengetahui bagaimana cara mendidik anak secara islami dan juga kedudukan anak, kamu juga harus memahami bagaimana hak anak. Hak anak sendiri mulai ada sejak ia masih ada dalam kandungan, hingga lahir ke dunia.
Saat anak sedang berada di dalam kandungan, maka anak berhak mendapatkan nutrisi yang baik. Tentu saja memperoleh nutrisi yang baik membantu anak tumbuh dan berkembang dengan baik dalam kandungan.
Selain itu, hak anak saat baru lahir ialah, memilih nama yang baik bagi sang anak. Hal ini karena nama pada sang anak merupakan doa tersendiri dari orang tuanya. Jadi tentu saja kamu harus memberikan nama pada anak kamu yang memiliki arti baik. 
Selanjutnya ialah Aqiqah. Aqiqah pada anak dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahirannya ataupun kelipatan tujuh. Selain itu, pada bayi laki-laki sebaiknya menyembelih dua ekor kambing.
Sedangkan untuk bayi perempuan satu ekor kammbing. Kemudian bagi anak laki-laki pun berhak mendapatkan untuk di khitan. Meskipun ada juga perempuan yang melakukannya. Khitan sendiri sebagai tanda baligh bagi anak laki-laki.

Sabtu, 11 Januari 2020

Kata Motivasi Islami Tentang Hijrah


"Berikut ini kami sajikan beberapa kata motivasi islami yang sangat bagus sebagai bekal untuk mendampingi dalam proses berhijrah. Memuat kata kata motivasi islami tentang definisi hijrah, motivasi untuk bersabar dan tetap istiqamah dalam hijrah, menghargai proses hijrah, serta ajakan untuk berhijrah.

Tidak susah
Berhijrah itu tidak susah, susah itu hanya ada dalam pikiran kita.
Menuju taat
HIJRAH adalah proses perjalanan seorang hamba menuju taat, bukan tentang siapa yang lebih dahulu memulai, tapi tentang siapa yang bertahan sampai husnul khatimah.
Niat hijrah
Berhijrah itu niatnya karena Allah, Bukan karena jodoh.
Berliku
Hijrah itu… perjalanan indah namun berliku.
Berat
Hijrah itu berat, tapi di dalamnya ada rasa nikmat.
Allah
Hijrah itu by Allah, for Allah, from Allah, to Allah.
Arah hijrah
Hijrah dari gelap menuju terang, dari maksiat menuju taat.
Bukan hanya niat
Hijrah itu bukan sekedar niat, tapi dibuktikan dengan taat.
Jangan menyerah
Hijrah itu berat, namun kita akan terbiasa. Jangan menyerah hanya karena cibiran orang. Jangan didengar! Lebih baik dengar saja seruan Allah.
Apa itu hijrah?
Hijrah itu pindah, berubah, move on!
Moving on where (what) Allah says Yes!
Yes ke sesuatu yang lebih baik. Yes meninggalkan kemaksiatan dan kemungkaran, dalam hati, perkataan, dan perbuatan.
Hakikat hijrah
Hijrah yang sesungguhnya..
Ketika shalat mampu merubah hidup kita.
Ketika lisan berhenti mengucap dusta.
Ketika mata tidak lagi memandang yang bahaya.
Ketika pendengaran terhindar dari yang sia-sia, dan
Ketika hati terjaga dari riya’.
Apakah hijrah hanya merubah penampilan saja? tentu tidak.
Istiqamah
Wahai diri, istiqamahlah..
Biar pelan, yang penting konstan.
Biar sedikit, yang penting rutin.
Kala mulai lelah, ingatlah Allah.
Ingat awal mula bagamana ingin hijrah dulu.
Hanya butuh Allah
Hijrah kadang membuat kita ditinggalkan banyak orang. Harusnya tidak mengapa, karena hijrah hanya butuh Allah, bukan tepuk tangan gempita dan apresiasi atas perubahan.
Yang berat
Telah kusadari bahwa yang berat itu ISTIQAMAH, bukan RINDU.
Allah tahu
Allah tahu kamu capek, kamu lelah, kamu kesakitan, kamu kesusahan. Allah mendengar semua jeritan dan doamu. Yang perlu kamu tahu adalah bahwa Allah tidak akan memberi suatu ujian di luar batas kemampuanmu.
Istiqamah
ISTIQAMAH itu berat. Kalau ringan itu namanya ISTIRAHAT.
Sabar
Jika kesabaran sudah di tangan, maka berbagai hinaan dan cacian yang mereka lontarkan hanya akan terasa bagai debu kecil yang beterbangan.
Akhir yang baik
Niat baik memang tidak selalu diterima dengan baik. Tapi akan selalu menemui akhir yang baik.
Terasing
HIJRAH. Jangan ambil pusing meskipun kau merasa terasing.
Bismillah
Jika ingin berubah menjadi lebih baik, bismillah dan berubahlah. Tak perlu tergesa-gesa, karena semua ada prosesnya. Sedikit demi sedikit pun tak apa, yang terpenting istiqamah.
Jangan berbalik arah
Jika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah, maka berlarilah. Jika sulit bagimu, maka berlari kecillah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itupun tidak mampu, merangkaklah. Namun, jangan pernah berbalik arah atau berhenti.  – Imam Syafi’i
Lebih disukai Allah
HIJRAH..
Tak peduli selambat apa engkau berproses, sekalipun engkau bergerak layaknya siput, itu adalah jauh lebih baik dan lebih disukai Allah.
Pintu taubat
Hijrah tidak akan terhenti hingga tertutupnya pintu taubat. Dan pintu taubat tidak akan terhenti hingga matahari terbit dari barat. – (HR. Abu Dawud)
Menjemput hidayah
Seperti adab bertamu, kita tak mungkin menunggu pintu dibukakan oleh pemilik rumah tanpa kita berusaha mengetuk atau bersalam dahulu. Begitulah hidayah, jangan hanya ditunggu, tapi jemputlah agar pemilik hati membukakan pintu hidayah.
Memperbaiki diri
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. – (QS. Ar-Ra’d: 11)
Waktu
Waktu takkan pernah bisa diputar balik. Maka tunggu apa lagi, cepatlah menjadi baik.
Jangan sekedar status
Ketika kita memilih untuk berhijrah, maka kita pun harus belajar cara berkawan dengan lawan jenis yang baik itu seperti apa, harus tahu batasannya seperti apa. Jangan takut menjadi asing dan jangan sampai hijrah kita hanya pada status saja.
Karena Allah
Jika kita berhijrah untuk mendapatkan jodoh terbaik, hijrah kita terbatas, hanya akan berhenti setelah bertemu dan menikahinya. Namun jika kita berhijrah untuk Allah, karena mengharap ridha Allah, maka hijrah kita tak akan mengenal batas.
Proses hijrah
Memang, hijrah bukanlah sekedar hijab dan berpakaian syar’i. Namun setidaknya seseorang yang mulai membenahi caranya berpakaian agar sesuai perintah Allah berarti telah melangkah menuju ridha Allah dan itu lebih baik daripada orang-orang yang cuma bisa menilai, berkomentar, dan mencela perubahannya.
Menghargai
Hargailah proses hijrah seseorang. Sebab engkau tidak akan pernah tahu betapa sakitnya ia berubah untuk menjadi lebih baik.
Menjadi lebih baik
Bukan ingin menjadi lebih baik dari orang lain, tapi aku hanya ingin lebih baik dari diriku yang dulu.
3M
Rumus berubah “3 M”
– Mulai dari hal kecil
– Mulai dari diri sendiri
– Mulai dari saat ini
Sedang proses
Muslimah berhijrah bukan Malaikat, namun ia sedang proses menuju taat.
Pahala Berhijrah
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. – (QS. An-Nisa’: 100)
Bahagia dalam Hijrah
Hai mantan, Apa kabar?
Ternyata kamu benar, aku memang lebih bahagia tanpamu. Aku menemukan yang lebih mendamaikan, menyenangkan, dan memenangkan dari pada kamu, makasih ya..
Thaks Allah.
Terimakasih
Like This Fans Page : >> NEKAD HIJRAH